makalah karya ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang masalah
Menulis karya ilmiah merupakan bagian darikehidupan akademis disekolahan mau pun di kuliahan, dan itu akan selalu dibutuhkan oleh setiap pelajar mulai dari bangku kelas bawah sampai bangku kelas atas. Penilisan makalah ini sebagai salah satu bentuk karya tulis ilmiah  yang memang sudah disosialisasikan bahkan sejak dibangku sekolah dasar lewat. Tugas-tugas seperti misalnya membuat kliping. Bagi sebagian besar, tugas menulis karya ilmiah itu, baik dalam bentuk makalah maupun skripsi, tampaknya menjadi tugas yang sangat berat, oleh karena itu, dalam penulisan makalah ini perlu kita pahami bahwa menulis ilmiah itu bukan sembarangan asal tulis, tapi dalam menulis ilmiah itu ada cara-cara,metode-metode atau langkah-langkah yang perlu kita susun secara urut. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam penulisan makalah ini, penulisan akan menguraikan bagaimana cara menulis ilmiah itu dengan baik dan benar, sesuai dangan ketentuan yang berlaku.
B.     RUMUSAN MASALAH
Ø      Apa yang dimaksud dengan menulis karya ilmiah itu !
Ø      Bagaimana cara menulis karya ilmiah itu dengan baik dan benar  !

                                                                       







BAB II
PEMBAHASAN
1.PENGERTIAN
Karya ilmiah adalah karangan yang  memenuhi syarat-syarat  ilmu pengetahuan.  Menurut  Brotowijoyo  (1985: 8 -9),karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran, tanpa mengingat  akibatnya. Karya ilmiah juga harus /disajikan dengan seobjektif-objektifnya.
2. SIFAT DAN MANFAAT PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
A. Sikap ilmiah
Sikap ilmiah ialah pendapat yang memenuhi syarat-syarat ilmu pengetahuan. Menurut  Brotowijoyo  (1985;33-34), orang  yang berjiwa ilmiah adalah orang yang memiliki tujuh macam sikap ilmiah  yaitu  :
1.      Sikap ingin tahu
2.      Sikap kritis
3.      Sikap terbuka
4.      Sikap objektif
5.      Sikap rela menghargai karya orang lain
6.      Sikap berani mempertahankan kebenaran
7.      Sikap menjangkau kedepan
Agar karyanya dapat dipertanggung jawabkan,baik kepada masyarakat maupun kepada dirinya sendiri,maka penulis karya sudah sepantasnya memiliki sikap-sikap ilmiah itu.



B. Manfaat
Penyusunan karya  ilmiah sangat besar manfaatnya baik bagi  penulis sendiri maupun bagi masyarakat pembacanya.
hal itu dikemukakan oleh si kumbang (1981 ; 25)dalam arifin (1987;3-bahwa sekurang-kurangnya ada 6 manfaat  yang diperoleh dari kegiatan penyusunan karya ilmiah yaitu:
a.       penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif .
b.      penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber.
c.       Penulis akan berkenalan dengan kegiatan perpustakaan.
d.      Penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
e.       Penulis  turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
Penulis memperoleh kepuasan intelektual.
 3. JENIS-JENIS  KARYA ILMIAH
Ditinjau dari hasil atau isi karangan ilmiah ada beberapa jenis karangan ilmiah yaitu :
a.       Karya tulis yaitu karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang  bersifat  empiris objektif.
b.       Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan  suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat  empiris-objektif.
c.        Kertas kerja adalah  karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat empiris-objektif.
d.      Laporan penelitian  adalah karya ilmiah yang menyampaikan informasikan  bersifat  aktual  tentang  sesuatu  dari suatu pihak  (satu orang,satu tim,atau satu badan) kepada pihak lain
e.       Skripsi adalah karya ilmiah yang  mengemukakan pendapat penulis berdasarkan  pendapat  orang  lain.
f.        Tesis adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi.

4. JENIS-JENIS  PERTEMUAN ILMIAH
Ada beberapa jenis pertemuan ilmiah, sepertti:
a.       Ceramah adalah jenis pidato yang membicarakan suatu hal, pengetahuan dan sebagainya.
b.       Diskusi adalah perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.
c.        Diskusi panel adalah  diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang  yang membahas   suatu topik yang menjadi perhatian umum di hadapan hadirin , pendengar atau penonton.
d.      Konferensi adalah rapat atau pertemuan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
e.       Kongres adalah pertemuan para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan suatu masalah.
f.        Kursus adalah pelajaran tentang suatu pengetahuan atau kepandaian yang diberikan dalam waktu singkat.
g.       Lokakarya adalah pertemuan antara para ahli untuk membahas  suatumasalah dibidang keahliannya.
h.       Penataran adalah pendidikan (latihan, kursus, dsb) tambahan untuk meningkatkan  mutu.
i.        Seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang.
j.        Sanggar kerja adalah istilah lain untuk lokakarya.






5. SISTEMATIKA  PENULISAN  KARYA  ILMIAH
Sistematika penulisan karya ilmiah adalah atura menulisan karya ilmiah. Aturan ini biasa kita kenal dengan istilah kerangka karangan, regangan atau out line. Contohnya kerangka karangan :
FONOLOGI BAHASA INDONESIA
PRAKATA
DAFTAR ISI
DARTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
·  Latar Belakang Masalah
·  Ruang Lingkup
·  Kerangka Teori
·  Populasi Dan Sampel
·  Metode Dan Teknik                                              
BAB II FONOLOGI BAHASA INDONESIA
2.1.peta Fonem
2.2.pemakaian Tiap Fonem
2.3.pemberian varian fonetis
2.4.distribusi  fonem  tunggal
2.5.distribusi gugus fonem
2.6.pola suku kata
2.7.bentuk umum morfem
2.8.teks dan terjemahannya
2.9.ciri-ciri prosodi
2.10.ejaan
a. tradisional
b. latin
c. yang diusulkan
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.kesimpulan
3.2.saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
A.     Judul
Judul adalah nama karya ilmiah judulnya tidak sama dengan topik. Topik adalah pokok yang akan dideskripsikan atau masalah yang hendak di kemukakan dalam karya ilmiah.
Contoh:      Topik: latar novel
Judul: latar luar negri dalam novel-novel indonesia
B.     Prakata
Prakata sekurang-kurangnya berisi:
1.      Penjelasan mengenai adanya pembuatan karya ilmiah
2.      Penjelasan mengenai pelaksanaan pembuatan karya ilmiah
3.      Informasi tentang bimbingan atau pengarahan dan bantuan yang diperoleh dalam pembuatan karya ilmiah.
4.      Ucapan terikasih kepada pihak-pihak yang membantu da yang memungkinkan terwujudnya karya ilmiah
5.      Penyebutan tempat (kota), tanggal, bulan, dan tahun pembuatan karya ilmiah serta nama penulis.
C.     Daftar isi
Karya ilmiah dilengkapi dengan daftar  isi. Daftar isi karya ilmiah berfungsi untuk memudahkan pembaca mengetahui isi karya ilmiah atau untuk menemukan bagian-bagian misalnya : bab atau anak bab yang dikehendaki.
D.    Pendahuluan
Bab pendahuluan adalah bab yang mengantarkan  pembaca kedalam pembahasan suatu masalah . dari bab pendahuluan,pembaca sudah mendapat  gambaran umum tentang pokok pembahasan dan gambaran umum tentang penyajiannya.
Bab pedahuluan berisi : 1. Latar belakang masalah
                                                2.tujuan pembahasan
3.ruang lingkup /pembatasan masalah
4.anggapan dasar hipotesis dan teori yang yang digunakan
5.sumber data/populasi dan sampel
6.metode dan teknik yang digunakan
7. sistematika penyajian
E.     Isi
Bagian yang merupakan inti katya ilmiah ini memaparkan uraian pokok masalah yang dibahas. uraian bagian ini hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami setiap langkah dan keseluruhan pembahasan. Disamping itu, bagian isi ini harus menunjukkan kelengkapan,ketaatasasan,keeksplisitan  analisis,dan kesimpulan materi yang dibahas.
Bab isi ini mengungkapkan :
a.       Uraian masalah yang dibahas
b.      Analisis dan interpretasi
c.       Ilustrasi atau contoh-contoh
d.      Tabel,bagan,gambar,(kalau ada)
F.      Penutup
Bagian penutup ini berisi kesimpulan dan saran (kalau ad saran ).yang dikemukakan dalam kesimpulan adalah pernyataan-pernyataan kesimpulan analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bab –bab isi. Kesimpulan merupakan jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan. kesimpulan dapat  berupa uraian (esai) atau berupa butir-butir yang bernomor
Daftar pustaka
Daftar pustaka adalah daftar buku,majalah,artikel dalam majalah atau surat kabar atau artikel dalam kumpulan karangan (antologi) yang  digunakan acuan dalam pengumpulan data,analisis/pembahasan,atau pun penyusunan karya ilmiah. Daftar pustaka ma yang berminat merupakan persyaratan  suatu karya ilmiah disamping itu penyusunan daftar pustaka sebagai daftar acuan memudahkan pembaca yang berminat menemukan sumber acuan yang digunakan.
G.    Kulit luar dan halaman judul
Penempatan dan penulisan judul karya ilmiah, anak judul, (jika ada), nama penulis dan keterangan lain seperti nomor mahasiswa dan kelas, nama jurusan/falkutas dan perguruan tinggi, serta tempat dan tahun penyusunan pada halaman judul.
H.    Kata pengantar
“kata pengantar” sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital semua, ditempatkan ditengah, dan tidak diberi garis bawah. Baris pertama tiap-tiap alinea ditulis masuk lima kutukan mesin tulis dari mergin kiri., sedangkan baris-baris selanjutnya dimulai tepat pada margin kiri, kecuali kutipan langsung yang terdiri dari empat baris atau lebih.
I.       Daftar isi
Daftar isi sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital semua, ditempatkan ditengah dan tidak diberi garis bawah. Dalam penulisan daftar isi perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a.       Tajuk kata pengantar, daftar singkatan (jika ada) ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diberi garis bawah.
b.      Butir-butir daftar isi tidak bernomor serta ditulis tepat dari margin kiri
c.       Diantara tulisan BAB dan nomornya, demikian pula dintara nomor bab dan tajuknya tidak ada titik melainkan jarak satu ketukan.

J.      Bab Dan Anak Bab
Tiap-tipa anak bab diawali pada halaman baru. Kata “BAB” ditulis dengan huruf kapital dan nomor bab ditulis dari tepi kertas sebelah atas (turun sepertiga halaman teks). Kata BAB itu terletak ditengah sehingga jarak dari margin kiri dan jarak margin kanan sama.
K.    Catatan Pustaka
Dalam penyajian karya ilmiah lazimnya diperlukan catatan untuk menjelaskan sumber informasi yang digunakan. Jika sumber informasi yang digunakan.
Ada beberapa teknik penyusunan catatn pustaka, teknik penyusunan catatan pustaka, teknik penyusunan catatan pustaka yang lazim, digunakan adalah sebagai berikut:
a.       Jika dalam teks nama pengarang  dinyatakan,nama tersebut langsung diikuti tahun terbit pustaka yang diacu dan nomor halamannya kalau diperlukan yang ditempatkan didalam kurung.
b.      Jika dalam teks nama pengarang tidak dinyatakan , cantumkan nama akhir pengarang dan tahun terbit pustaka yang diacu serta nomor halaman kalau diperlukan  didalam kurung pada akhir pernyataan yang dikemukakan sebelum tanda titik akhir kalimat pertanyaan itu. Diantara nama pengarang dan tahun terbit ditempatkan tanda koma.
c.       Jika ada dua orang pengarang, cantumkan kedua nama akhir pengarang itu dan pisahkan dengan kata  dan, serta tahun terbitnya. Jika pengarang lebih dari dua orang, gunakan sinkatan dkk (dan kawan-kawan) sesudah nama akhir pengarang yang petama.
d.      Jika ada beberapa karya terbitan tahun yang sama dari seorang pengarang, sebagai pembeda gunakan huruf, misalnya: a, b dan c, dibelakang tahun terbit didalam kurung.Nomor jilid pustaka acuan dinyatakan dengan angka arab yang dituliskan sesudah tahun terbit dengan dinaikkan setengah spasi.
e.       Jika beberapa pengarang  diacu bersama, nama-nama pengarang dan tahun terbit buku itu ditulis didalam satu kurung. Tanda titik koma memisahkan nama satu pengarang  dangan nama pengarang.
L.     Kutipan langsung
Beberapa contoh dalam “catatan pustaka” sebagian merupakan ulasan dan sebagian merupakan kutipan pendapat orang. Kutipan yang diungkapakan dengan bahasa dan gaya penulis biasanya disebut  kutipan tak langsung, sedangkan kutipan yang sama benar dengan sumber aslinya disebut kutipan langsung.
Dalam pengetikan kutipan langsung  perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a.       Kutipan langsung yang kurang dari empat baris ditempatkan didalam teks diantara tanda petik dengan jarak sama dengan jarak baris dalam teks, yaitu dua spasi.
b.      Kutipan langsung yang terdiri dari empat baris atau lebih ditempatkan dibawah baris terakhir teks yang mendahuluinya. Kutipan itu diketik, tanpa tanda petik, dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk lima ketukan dari margin kiri.
c.       Jika sumber acuan dalam bahasa  asing, sebaiknya bagian yang  dikutip diterjemah secara bebas ke dalam bahasa indonesia sebagai kutipan tak langsung.
d.      jika terpaksa harus dikutip langsung, peryataan dalam bahasa asing itu dikutip sesuai dengan asli dan semua unsur bahasa  asing itu diberi garis bawah.
M.  Daftar pustaka
“Daftar pustaka”  sebagaitajuk diketik dengan huruf kapital semua,diletakkan di tengah sehingga jarak dari margin kiri dan margin kanan seimbang. Tajuk ini tidak diberi baris bawah. Buku ,majalah atau surat kabar yang hendak dicantumkan dalam daftar  pustaka disusun oleh menurut  abjad ,nama-nama pengarang  atau nama lembaga  yang menerbitkan  jika tidak ada nama pengarang. Jika nama pengarang atau nama lembaga yang menerbitkan tidak ada , penyusunan daftar pustaka didasarkan pada kata pertama judul.
a.       Buku sebagai  Sumber Acuan
Urutan penyebutan keterangan tentang buku adalah sebagai berikut :
a.       nama pengarang
b.      tahun penerbit
c.       judul buku
d.      tempat  terbit, dan ;
e.       nama penerbit
Tiap-tiap penyebutan keterangan, kecuali penyebutan tempat terbit,di akhiri dengan tanda titik.
6.BENTUK  KARANGAN  ILMIAH
A.     Bahan dan jumlah halaman
Bahan kertas yang digunakan untuk mengetik karanga ilmiah sebaiknya  kertas HVS  yang  berukuran kuarto   (21,5 x 28  cm2)
Sedangkan untuk kulitnya digunakan kertas yang agak tebal. Mesin tik yang digunakan hendaknya mesin tik dengan huruf pica, tegak dan masih jelas,tidak meloncat-loncat.Pita mesin tik yang digunakan harus berwarna hitam.
Jumlah halaman makalah berkisar antara 10-15 halaman, termasuk prakata,daftar pustaka. jumlah halaman  skripsi untuk memenuhi syarat ujian diploma atau sarja tidak kurang  dari 30 halaman.
B.     Perwajahan
Yang dimaksud dengan perwaiahan adalah  atata letak unsur-unsur karangan ilmiah serta urutan penulisan unsur-unsur tersebut, yang dikaitkan dengan segi keingdahan dan estitika naskah agar karangan ilmiah itu tampak rapi dan menarik.
1.      Pengetikan
Dalam pengetikan konsep atau naskah karangan ilmiah harus diperhatikan tata cara berikut.
Buatlah garis-garis pembatasan pada kertas dengan pola ukuran :
a.       Pias atas 4 vm
b.      Pias bawah 3 cm
c.       Pias kiri  4 cm dan
d.      Pias kanan 2,5 cm


BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Dalam menempuh jenjang akademik lebih tinggi akan kita dapatkan juga hal-hal yang menyulitkan. Tapi dalam menulis ilmiah itu tetap menyenangkan. Jadi, tidak ada salahnya jika kita pelajari jenis tulisan ini. Meski tentu dalam tip singkat seperti yang kami tulis ini. Kalau pingin lebih jelas dalam masalah penulisan karya ilmiah ini, silahkan baca buku yang khusus membahas tentang penulisan karya ilmiah secara lengkap.
Setelah penulis berusaha menguraikan  dalam setiap babnya penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:
Dalam menulis ilmiah harus tahu cara menulis dengan baik dan benar.
Dalam menulis ilmiah banyak sekali hal-hal yang perlu kita ketahui dan banyak juga yang belum kita ketahui.
Dalam menulis ilmiah itu tidak gampang, perlu belajar lebih dalam
Sebelum menulis ilmiah sebaiknya mengerti dulu tentang ilmunya.
2.      SARAN
Dalam karya tulis ini penbulis berkeinginan memberikan saran kepada pembaca dalam pembuatan karya tulis ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan baik dari bentuk maupun isinya.
-Penulis menyarankan kepada pembaca agar ikut peduli dalam mengetahui sejauh mana pembaca mempelajari tentang menulis ilmiah.
-Semoga dengan karya tulis ini para pembaca dapat menambah cakrawala ilmu pengetahuan.



DAFTAR PUSTAKA
1)     Indriati,etty.2001,”Menulis Karya Ilmiah”.Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.
2)     Arifin Zaenal.2006,”Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah”, Grasindo, Jakarta.
3)     Djuroto Totok, Suriadi Bambang, 2002,”Menulis Artikel Dan Karya Ilmiah”,Remaja Rosdakarya,bandung.
4)     Sudianti VeronikaAl-Widya martayo,1997 “ Dasar-Dasar Menulis Karya Ilmiah”, GramediaWidiasarana Indonesia.
5)     Rifai A.mien, 1995” Pegangan Gaya Penulisan,Penyuntingan, Dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia,” Gajah Mada University Press, Jakarta.
6)     T. Winarto Yunita, Suharduanto Totok, M. choesin Ezra, 2004, “ Karya Tulis Ilmiah Sosial “ Yayasan abror Indonesia, Jakarta.
7)     Firman Hery, “Karya Ilmiah”, blog hery firman, diakses tanggal 15-12-2011
8)     anonim, “Jawaban KerangkaKarya Ilmiah”, forum tanya jawab yahoo Indonesia , diakses tanggal 17 Desember 2011




0 komentar:

Poskan Komentar

 

"Hafiez JM" © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers