makalah Tentang Guru


BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang Masalah
`          
Kalau kita bayangkan sejenak fikiran kita kedalam sebuah kelas, dimana sedang berlangsung pengajaran maka akan kita lihat seorang guru sedang mengajar. Sebelum ia memulai tugasnya sebagai seorang guru ia haru mempelajari lebih dulu kurikulum sekolah dan memahami semua program pendidikan yang sedang dilaksanakan. Iapun baru mengenal keadaan gedung ruangan kelas, perpustakaan, fasilitas belajar, perlengkapan sekolah, alat-alat peraga, dan semua sarana yang berguna bagi pengajar.
B.        Ruang Lingkup masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dikemukakan ruang lingkup masalah yang diteliti sebagai berikut:
  1. Pengertian guru
  2. Syarat-syarat yang harus dipenuhi guru
  3. Tugas seorang guru
  4. Tanggung jawab guru
  5. Peranan guru
  6. Fungsi guru
C.       Rumusan masalah
Dari ruanglingkup masalah yang diuraikan diatas, maka rumusan masalah yang yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
1.      Bagaimana Pengertian guru
2.      Bagaimana Syarat-syarat yang harus dipenuhi guru
3.      Bagaimana Tugas seorang guru
4.      Bagaimana Tanggung jawab guru
5.      Bagaimana Peranan guru
6.      Bagaimana Fungsi guru

D.       Tujuan Pembahasan
Setiap adanya suatu pembahasan, tentunya ada maksud dan tujuan yang hendak dicapai, demikian juga galnya dengan pembahasan ini, setidaknya ada beberapa hal yang merupakan tujuan antara lain :
1.      Ingin Mengetahui Bagaimana Pengertian guru
2.      Ingin Mengetahui Bagaimana Syarat-syarat yang harus dipenuhi guru
3.      Ingin Mengetahui Bagaimana Tugas seorang guru
4.      Ingin Mengetahui Bagaimana Tanggung jawab guru
5.      Ingin Mengetahui Bagaimana Peranan guru
6.      Ingin Mengetahui Bagaimana Fungsi guru
E.        Manfaat Pembahasan
Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya pada mata kuliah MPDP Hadits Ilmu Hadits yang membahas tentang guru, syarat-syarat yang harus dipenuhi guru, tugas seorang guru, tanggung jawab guru, peranan guru dan fungsi guru.


           








BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Guru
Guru (dari Sanskerta yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Secara Umum Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
B.   Syarat-Syarat yang Harus dipenuhi Oleh Calon Guru
Karena pekerjaan guru adalah pekerjaan professional maka untuk menjadi guru harus pula memenuhi persyaratan yang berat. Beberapa diantaranya ialah :
  1. Persyaratan Fisik, yaitu kesehatan jasmani maksudnya seorang calon guru haruslah berbadan sehat, tidak berpenyakit menular yang membahayakan seperti penyakit tuberculose, Etilepsi dan sebagainya serta tidak memiliki cacat tubuh yang bias menganggu kelancaran tugasnya mengajar dikelas.
  2. persyaratan psikis, yaitu sehat rohaninya maksudnya tidak mengalami ganguan kelainan jiwa atau penyakit syaraf, yang tidak memungkinkan dapat menunaikankan tugasnya dengan baik.
  3. persyaratan mental, yaitu memiliki sikap mental yang baik terhadap profesi keguruan mencintai dan mengabdi dedikasi pada tuga jabatannya, bermental pancasila, dan bersikap hidup demokratis sesuai dengan rumusan dasar dan tujuan pendidikan sebagaimana yang tercantum didalam UUD 1945 dan UU Pokok Pendidikan.
  4. persyaratan Moral, yaitu sifat susila dan budipekerti luhur. Maksudnya setiap calon guru dan pendidik adalah mereka yang sangup berbuat kebajikan, serta bertingkah laku yang bisa dijadikan suritauladan bagi orang-orang dan masyarakat sekelilingnya.
  5. persyaratan Intelektual atau akademis yaitu mengenai pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari lembaga pendidikan guru yang memberi bekal untuk menunaikan tugas sebagai pendidik formal disekolah.
  6. pendidikan guru berlangsung seumur hidup

Pada dasarnya pendidikan guru itu bukan hanya berlangsung tiga atau lima tahun saja, melainkan berlangsung seumur (Life Long Teacher Education). Pendidikan yang tiga atau lima tahun ini adalah pendidikan yang wajib dialami oleh seorang calon guru secara formal. Sedangkan pendidikan sesudah ia bekerja dalam bidang pekerjaan, seperti belajar sendiri mengikuti penataran mengadakan penelitian, dll. Semua kegiatan itu sangat berharga untuk mengembangkan pengalaman, pengetahuan, keterampilan guru sehingga kemampuan profesionalnya semakin berkembang.
      Demikianlah syrat-syarat yang perlu diusahakan untuk dipenuhi oelh setiap guru dan calon guru, yang memang dituntut oleh bidang profesi keguruan, agar mereka bisa diharapkan tumbuh menjadi guru-guru yang baik.
C.   Tugas Seorang Guru
Guru akan menunaikan tugasnya dengan baik atau dapat bertindak sebagai tenaga pengajar yang efektif, jika padanya terdapat berbagai kompetensi keguruan, dan melaksanakan fungsinya sebagai guru. Pada dasarnya guru harus memiliki tiga kompetensi yaitu :
1. Kompetensi kepribadian
Setiap guru memiliki kepribadiannya sendiri-sendiri yang unik. Tidak ada guru yang sama, walaupun mereka sama-sama memiliki pribadi keguruan. Jadi pribadi keguruanpun unik pula, dan perlu diperkembangkan secara terus menerus agar guru itu terampil dalam :
a)      Mengenal dan mengakui harkat dan potensi dari setiap individu atau murid yang diajarkannya.
b)      Membina suatu suasana social yang meliputi interaksi belajar mengajar sehingga amat bersifat menunjang secara moral atau batiniah terhadap murid bagi terciptanya kesepahaman dan kesamaan arah dalam fikiran serta perbuatan murid dan guru
c)      Membina suatu perasaan saling menghormati, saling bertanggung jawab dan saling mempercayai antara murid dan guru.
2. Kompetensi  penguasaan atas bahan pengajaran
Penguasaan yang meliputi bahan bidang studi sesuai dengan kurikulum dan bahan pendalaman aplikasi bidang studi. Kesemuanya itu amat perlu dibina karena selalu dibutuhkannya dalam :
  1. menguraikan ilmu pengetahuan atau kecakapan dan apa-apa yang harus diajarkannya kedalam bentuk komponen – komponen dan informasi-informasi yang sebenarnya dalam bidang ilmu atau kecakapan yang bersangkutan
  2.  Menyusun komponen atau informasi itu sedemikian rupa baiknya sehingga akan memudahkan murid untuk mempelajari pelajaran yang diterimanya.
3. kompetensi dalam cara-cara mengajar
            Kompetensi dalam cara-cara mengajar atau keterampilan mengajar sesuatu bahan pengajaran sangat diperlukan guru khususnya keterampilan dalam :
  1. Merencanakan atau menyusun setiap program suatu pelajaran, demikian pula merencanakan dan menyusun keseluruhan kegiatan untuk satu kesatuan waktu (catur wulan/semester atau tahun ajaran);
  2. Mempergunakan dan mengembangkan media pendidikan (alat Bantu atau alat peraga) bagi murid dalam proses belajar yang diperlukan.
  3. Mempergunakan dan mengembangkan semua metode-metode pengajaran sehingga terjadilah kombinasi –kombinasi dan variasinya yang efektif.

Ketiga aspek kompetensi tersebut diatas harus berkembang secara selaras dan tumbuh terbina dalam kepribadian guru. Dengan demikian itu dapat diharapkan dari padanya untuk mengerahkan segala kemampuan dan keterampilan dalam mengajar secara professional dan efektif.



  1. Tanggung Jawab Guru
Tanggung jawab guru adalah  sebagai berikut :
  1. Guru Harus Menuntut Murid-Murid Belajar
Tanggung jawab guru yang terpenting ialah merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.
  1. Mempelajari setiap murid di kelasnya  
  2. Merencanakan, menyediakan dan menilai bahan-bahan yang akan dan/atau yang telah diberikan.
  3. Memilih dan mengunakan metode mengajar yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, kebutuhan dan kemampuan murid dan dengan bahan – bahan yang akan diberikan.
  4. Memelihara hubungan pribadi seerat mungkin dengan murid.
  5. Menyediakan lingkaran belajar yang serasi.
  6. Membantu murid-murid memecahkan berbagai masalah.
  7. Mengatur dan menilai kemajuan belajar murid.
  8. Membuat catatan-catatan yang berguna dan menyusun laporan pendidikan
  9. Mengadakan hubungan dengan orang tua murid secara countiniu dan penuh saling pengertian.
  10. Berusaha sedapat-dapatnya mencari data melalu serangkaian penelitian terhadap masalah-masalah pendidikan.
  11. Mengadakan hubungan dengan masyarakat secara efektif  dan kreatif guna kepentingan pendidikan para siswa.
  1. Turut serta membina kurikulum sekolah
Sesungguhnya guru merupakan seorang key Person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid. Karena itu sewajarnya apabila dia turut aktif dalam pembinaan kurikulum disekolahnya. Untuk merubah kurikulum itu tentu tak mungkin, akan tetapi dalam rangka membuat atau memperbaiki proyek-proyek pelaksanaan kurikulm, yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya, tentu sangat diperlukan. Paling tidak dia berkuajiban memberi saran-saran yang berguna demi penyempurnaan kurikulum kepada pihak yang berwenang.
  1. Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak dan jasmaniah)
Memompakan pengetahuan pada murid kiranya bukan pekerjaan yang sulit. Tapi membina siswa agar menjadi manusia berwatak ( berkarakter ) sudah pasti bukan pekerjaan yang mudah. Mengembangkan watak dan kepribadiannya, sehingga mereka memiliki kebiasaan, sikap, cita-cita, berfikir dan berbuat, berani dan bertanggung jawab, ramah dan mau bekerja sama, bertindak atas dasar nilai-nilai moral yang tinggi, semua menjadi tangung jawab guru. Agar aspek-aspek kepribadian ini dapat berkembang maka guru perlu menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mengalami, menghayati situasi-situasi yang hidup dan nyata. Selain dari itu kepribadian, watak, dan tingkah laku guru sendiri akan menjadi contoh konkret bagi murid.
  1. memberikan bimbingan kepada murid
Bimbingan kepada murid agar mereka mampu mengenal dirinya sendiri, memecahkan masalahnya sendiri, mampu mengahadapi kenyataan dan memiliki stamina emosional yang baik, sangat diperlukan. Mereka perlu dibimbing kearah terciptanya hubungan pribadi yang baik dengan temannya dimana perbuatan dan perkataan guru dapat menjadi contoh yang hidup. Guru perlu menghormati pribadi anak, supaya mereka menjadi yang tahu akan hak-hak orang lain.
  1. melakukan diagnosis atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan besar
Guru bertanggung jawab menyesuaikan semua situasi belajar dengan minat, latar belakang, dan kematangan siswa. Juga bertanggung jawab mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar dan kemajuan belajar serta melakukan diagnosis dengan cermat terhadap kesulitan dan kebutuhan siswa.
  1. menyelenggarakan penelitian
sebagai seorang yang bergerak dalam bidang keilmuan, (scientist)  bidang pendidikan maka ia harus senantiasa memperbaiki cara bekerjanya. Tidak cukup sekedar melaksanakan pekerjaan rutin saja, melainkan harus juga berusaha menghimpun banyak data melalui penelitian yang countiniu dan intensif.


  1. mengenal masyarakat dan ikut serta aktif
Guru tidak mungkin malakukan pekerjaannya secara efektif, jikalau ia tidak mengenal masyarakat seutuhnya dan secara lengkap. Harus dipahami dengan baik pola kehidupan, kebudayaan, minat, dan kebutuhan masyarakat, karena perkembangan sikap, minat, aspirasi anak sangat banyak dipengaruhi oleh masyarakat disekitarnya. Ini berarti, bahwa dengan mengenal masyarakat guru dapat mengenal siswa dan menyesuaikan pelajaran secara efektif.
Guru sebaiknya turut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada dalam masyarakat. Apabila hal ini dikerjakan maka guru akan mendapatkan peluang yang baik untuk menjelaskan tentang keadaan sekolah kepada masyarakat itu, sehingga mendorong masyarakat untuk turut memikirkan kemajuan pendidikan anak-anak mereka. Dilain pihak, pembangunan dan perbaikan masyarakat sesuai dengan kondisi dewasa ini
  1. menghayati, mengamalkan, dan mengamankan pancasila
Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mendasari semua sendi-sendi hidup dan kehidupan nasional, baik individu maupun masyarakat kecil sampai dengan kelompok social yang terbesar termasuk sekolah. Pendidikan bertujuan terbentuk manusia pancasila sejati, yang berarti melalui pendidikan diantaranya sekolah, kita berusaha semaksimal mungkin agar tujuan itu tercapai.
  1. turut serta membantu terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa dan perdamaian dunia
guru bertanggung jawab untuk mempersiapkan siswa menjadi warga Negara yang baik. Pengertian yang baik ialah antara lain memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Perasaan demikian dapat tercipta apabila para siswa didik saling menghargai, mengenal daerah, masyarakat, adapt istiadat, senibudaya, sikap, hubungan-hubungan social, keinginan, dan minat dari daerah-daerah lain dari seluruh nusantara.
  1. turut mensukseskan pembanggunan
pembangunan adalah cara yang paling tepat guna membawa masyarakat kearah kesejahterahan dan kemakmuran bangsa. Pada garis besarnya, pembangunan itu meliputi pembangunan dalam bidang mental spiritual dan bidang fisik material. Turut serta dalam kegiatan-kegiatan pembanggunan yang sedang berlangsung didalam masyarakat termasuk tanggung jawab guru yang efektif.
  1. tanggung jawab meningkatkan peranan prodesional guru
bertitik tolak dan tanggung jawab guru seperti telah dikemukakan diatas maka dengan demikian guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengemban dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Peningkatan kemampuan itu meliputi kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas didalam sekolah dan kemampuan yang diperlukan untuk merealisasikan tanggung jawabnya diluar sekolah. Kemampuan-kemampuan itu harus di pupuk dalam diri pribadi guru sejak ia mengikuti pendidikan guru sampai ia bekerja.

E.   Peranan Guru
Masih ada orang yang berpandangan, bahwa peranan guru hanya mendidik dan mengajar saja. Mereka itu tidak mengerti, bahwa mengajar itu adalah mendidik juga. Dan mereka sudah mengalami kekeliruan besar dengan mengatakan bahwa tugas itu hanya satu satu bagi setiap guru.
Pandangan moderen yang dikemukakan oleh Adams & Dickey bahwa peran guru sesungguhnya sangat luas, meliputi :
  1. guru sebagai pengajar
  2. guru sebagai pembimbing
  3. guru sebagai ilmuan
  4. guru sebagai pribadi
Bahkan dalam arti yang lebih luas dimana sekolah merupakan/berfungsi juga sebagai penghubung antara ilmu dan tekhnologi dan masyarakat, dimana sekolah merupakan lembaga yang turut mengembangkan tugas memodrenisasi masyarakat dan dimana sekolah turut serta secara aktif dalam pembanggunan. Maka dengan demikian peranan guru menjadi lebih luas meliputi juga, :
  1. guru sebagai penghubung
  2. guru sebagai modrenisasi
  3. guru sebagai pembangunan


Peranan-peranan tersebut akan kita tinjau satu persatu dibawah ini.
  1. Guru Sebagai Pengajar
Guru bertugas memberi pengajaran didalam sekolah (kelas) ia menyampaikan pelajaran agar murid mampu dan memahami dengan baik semua pengetahuan yang telah disampaikan itu. Selain dari itu ia juga berusaha agar terjadi perubahan sikap, keterampilan, kebiasaan, hubungan social, apresiasi, dan sebagainya melalui pengajaran yang diberikan.

  1. Guru Sebagai Pembimbing
Guru berkewajiban membari bantuan kepada murid – murid agar mereka mampu menemukan masalahnya sendiri. Dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Murid-murid membutuhkan bantuan guru dalam hal mengatasi kesulitan-kesulitan pribadi, kesulitan dalam hubungan social, dan interpersonal. Karena itu setiap guru mampu memahami dengan baik tekhnik bimbingan kelompok, penyuluhan individu, tekhnik pemngumpulan keterangan, teknik evaluasi, statistic penelitian, psikolog kepribadian, dan psikolog belajar.
  1. Guru Sebagai Pemimpin
Sekolah dan kelas adalah suatu organisasi, dimana murid adalah sebagai pemimpinya. Guru berkuajiban mengadakan supervise atas kegiatan belajar murid. Membuat rencana pengajaran bagi kelasnya, mengadakan manajemen belajar sebaik-baiknya, melakukan managemen kelas mengatur disiplin kelas secara demokratis.
  1. Guru Sebagai Ilmuan
Guru dipandang sebagai orang yang paling berpengetahuan. Dia bukan saja berkajiban menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya kepada murid, tetapi juga berkewajiban mengembangkan pengetahuan itu dan terus menerus memupuk pengetahuan yang telah dimilikinya.
  1. Guru Sebagai Pribadi
Sebagai pribadi setiap guru harus memiliki sifat-sifat yang disenangi oleh murid-muridnya, oleh orang tua, dan oleh masyarakat. Sifat-sifat itu sangat diperlukan agar ia dapat melaksanakan pengajaran secara efektif.


  1. Guru Sebagai Penghubung
Sekolah berdiri diantara dua lapangan, yakni disatu pihak mengemban tugas menyampaikan dan mewariskan ilmu, tekhnologi, dan kebudayaan yang terus menerus berkembang dengan lajunya, dan dilain pihak ia bertugas menampung aspirasi, masalah, kebutuhan, minat, dan tuntunan masyarakat. Diantara kedua lapangan inilah sekolah memegang peranannya sebagai penghubung dimana guru berfungsi sebagai pelaksana.
  1. guru sebagai pembaharu
Pembaharuan didalam masyarakat terjadi berkat masuknya pengaruh-pengaruh dari ilmu dan tekhnologi moderen, yang dating dari Negara-negara yang sudah berkembang. Masuknya pengaruh-pengaruh itu, ada yang secara langsung kedalam masyarakat dan ada yang melalui lembaga pendidikan (sekolah).
      Guru memegang peranan sebagai pembeharu, oleh karena melalui kegiatan guru menyampaikan ilmu dan tekhnologi, contoh-contoh yang baik dan lain-lain maka akan menanamkan jiwa pembaharuan dikalangan murid.
  1. guru sebagai pembangunan
Sekolah turut serta memperbaiki masyarakat dengan jalan memecahkan masalah masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan dengan turut melakukan kegiatan-kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan masyarakat itu. Guru baik sebagai pribadi maupun sebagai guru professional dapat mengunakan setiap kesempatan yang ada untuk membantu berhasilnya rencana pembangunan masyarakat, seperti kegiatan keluarga berencana, bimas, koperasi, pembangunan jalan-jalan dan sebagainya.









F.   Fungsi Guru
Fungsi atau tugas guru itu meliputi :
  1. Tugas pengajaran atau guru sebagai pengajar.
Sepanjang sejarah keguruan, tugas guru yang sudah tradisional adalah mengajar. Karenanya sering orang salah menduka, bahwa tugas guru hanyalah semata-mata mengajar. Sebagai pengajar, guru bertugas membina perkembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Guru mengetahui bahwa pada akhir setiap satuan pelajaran kadang-kadang hanya terjadi perubahan dan perkembangan pengetahuan saja. Mungkin pula guru telah bersenang hati bila telah terjadi perubahan dan perkembangan dibidang pengetahuan dan keterampialan, karena dapat diharapkannya efek tidak langsung melalui proses transfer, bagi perkembangan dibidang sikap dan minat murid.
  1. Tugas bimbingan atau guru sebagai pembimbing dan pemberi bimbingan
Guru sebagai pembimbing dan pemberi bimbingan adalah dua macam peranan yang mengandung banyak perbedaan dan persamaannya. Keduanya sering dilakukan oleh guru yang ingin mendidik dan yang ingin bersikap mengasihi dan mencintai murid.
  1. Tugas administrasi
Guru bertugas pula sebagai tenaga administrasi, bukan berarti sebagai pegawai kantor, melainkan sebagai pengelola kelas atau pengelola (manager) interaksi belajar mengajar. Terdapat dua Aspek dari masalah pengelolaan yang perlu mendapat perhatian yaitu :
a.       Membantu perkembangan murid sebagai individu dan kelompok
b.      Memelihara kondisi kerja dan kondisi belajar yang sebaik-baiknya didalam maupun di luar kelas.










BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
·        Guru dan pendidik pada umumnya adalah merupakan perintis pembangunan disegala baidang kehidupan dalam masyarakat. Tetapi juga merupakan pahlawan yang tak dikenal atau tidak mau dikenal dalam masyarakat
·        Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon guru diantaranya adalah : persyaratannya fisikis, mental, moral, intelektual, atau akademis dan pendidikan seumur hidup.
·        Pada dasarnya, guru harus memiliki tiga kompetensi yaitu : Kompetensi kepribadian, penguasaan atau bahan dan kompetensi dalam cara-cara mengajar
B.   Saran
Semoga dengan selesainya makalah ini, maka penyusun sangat mengarapkan respon dari para teman – teman mahasiswa ataupun dari dosen dan saran konstruktif dari siapapun datangnya, demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat adanya, khususnya bagi penyusun sendiri, dan umumnya para pembaca lainnya.
Amin ya robbal a’lamiiin














DAFTAR PUSTAKA

1.      Hamalik,Oamar. 2001.Proses Belajar Mengajar Jakarta : PT. Bumi Aksara
2.      Daradjat, Zakiah, ddk. 2004 Metode Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara
3.      Tartaharadja, Umar. Sulo s.l.la Pengajar pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
4.      Team Pembina Mata Kuliah Didaktir  metodik IKIP Surabaya. 1989 Pengantar didaktir metodik kurikulum PBM. Jakarta: CV. Raja Wali
5.      Syah Muhibbin. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta : Rajawali Persada

0 komentar:

Poskan Komentar

 

"Hafiez JM" © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers